7/15/2016 · Mr. Assaat adalah seorang politisi, pejuang kemerdekaan Indonesia, dan pemangku sementara jabatan Presiden Republik Indonesia. Dia merupakan anak dari seorang penghulu (datuk), sehingga Mr. Assaat memiliki gelar Datuk Mudo. Mr. Assaat menikah dengan Roesiah di Rumah Gadang Kapalo Koto pada tanggal 12 Juni 1949.
9/18/2020 · Di KNIP, Assaat adalah wakil dari Partai Sosialis. Ketika ibukota Republik Indonesia diduduki militer Belanda, pada 19 Desember 1948, Assaat termasuk salah satu yang ditangkap. Pada 22 Desember 1948, bersama Sukarno, Hatta, Sutan Sjahrir, Haji Agus Salim, Mr . Gafar Pringgodigdo, dan Komodor Suryadi Suryadarmasebagai tawanan militer Belanda …
Mr. Assaat adalah seorang yang religius, dan menghargai waktu. Meski bukan ahli pidato, tidak suka banyak bicara, tetapi segala pekerjaan dapat diselesaikannya dengan baik, dan semua rahasia negara dipegang teguh. Mr . Assaat juga merupakan seorang yang tenang dalam menghadapi persoalanpersoalan.
6/13/2020 · Mr . Assaat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, sebagai negara bagian dari RIS, selama kurang lebih 9 bulan. Masa jabatan yang singkat bukan berarti tidak ada peran dan jasa dari Mr . Assaat . Dapat dikatakan bahwa dengan diangkatnya Mr . Assaat menjadi Presiden RI itu sendiri merupakan peran dan jasa yang sangat besar.
Di KNIP, Assaat adalah wakil dari Partai Sosialis. Ketika ibukota …
2/10/2020 · Assaat yang pada waktu itu menjabat sebagai ketua BP KNIP ditunjuk sebagai pemangku jabatan Presiden Republik Indonesia. Posisi ketua BP- KNIP sebelum dipegang oleh Mr. Assat ditempati oleh Soepono yang pada 28 Januari 1948 diangkat menjadi Menteri Pembangunan dan Pemuda.
10/26/2020 · Terutama bagi orang-orang yang mengenalnya, Mr. Assaat adalah pribadi yang sederhana. Ketika menjadi Penjabat Presiden, ia tidak mau dipanggil ‘ Paduka Yang Mulia ‘, lebih memilih panggilan Saudara Acting Presiden yang menjadi agak canggung pada waktu itu. Mr . Assaat bukan ahli pidato, ia tidak suka banyak bicara, tetapi segala pekerjaan dapat.
Sukarno, Sutan Sjahrir, Hamka, Agus Salim, Sjafruddin Prawiranegara